Senin, 29 Agustus 2011

Mungkin Hanya Kematian Ibu yang dapat menyatuhkan kalian

Mungkin hanya kematianku yang dapat menyatukan kalian
Disaat aku terbaring kaku,membatu dan mata membisu
Saat kurindukan saat dulu dimana kalian masih terlihat lugu
Ibu terlalu memaksakan manja ?
Hanya kematian ibu yang dapat menyatukan kalian
Tapi tidak juga
Abangmu tidak datang
Meski lahat menyambut ibu
Mungkin hanya liang itu nanti yang menyatukan kalian
Tapi tidak juga
Kakakmu tidak datang
Kalian memang tak tersatukan!

Cinta di waktu yang berbilang

setiap saat kita membilangi waktu
padahal dimensi dunia kita berbeda
seminggu di dunia, sewindu di dada
harap melengkapi cemas, cemas namun berharap

membangun masa depan dalam tiap mimpi, mimpi di tiap lelap
serasa ada dalam pengap dekap
entah mengapa kita semakin ingin saja
semakin pasrah saja
terjebak dalam kebingungan
terkurung dalam ketergantungan
yang melenakan
yang menidurkan logika

sebenarnya ingin kubiarkan hanya kau yang tertidur
sementara aku tersadar dan duduk bersandar
menerawang masa lalu di cermin masa depan
sambil menzikir detik
dengan lafaz suci yang kau dan aku imani

tapi aku..
apalah tanpamu?

Kamis, 11 Agustus 2011

Sedihku

letihku menunggu hadirnya
menusuk nusuk dan menyayat perih
seperti silet yg menyayat kulit ari di pipi
perih dan menyakitkan hati
berdiri dengan sisa tenaga
untuk menantinya dalam jalan yg gelap
seperti berjalan dalam mimpi
melayang dan jasad telah mati
kerinduanku bukan tak beralasan
kecemburuanku bukan tak terindahkan
cintaku dan rinduku ada disana
meraih semangat untuk mencintaiku
sampai kapan bumi akan berputar
sementara aku sudah enggan
bangun dari mimpi pun tak
apalagi untuk menunggumu
bila nanti kau datang
berikan aku sedikit jiwamu
untuk melangkah kita bersama
dalam kehidupan bersama